Minggu, 15 Juni 2014

20 Film Terlaris Sepanjang Masa

Hampir semua orang menyukai Film, ada sebuah perasaan baru ketika menonton film. Kita diajak untuk  sejenak berpikir ke suatu masa, kesebuah tempat dan kejadian yang selalu membuat kita bertanya tanya apa yang akan terjadi. Tak jarang sebuah film bisa menguras emosi dan pikiran para penontonnya. Namun ada kepuasan tersendiri jika bisa menyaksikan sebuah karya terbaik dari sineas kenamaan.

Berikut beberapa Film yang tercatat sebagai Film terlaris sepanjang masa. Dengan penjualan fantastik.


1. AVATAR (2009)
Film yang juga menandai kembalinya James Cameron ke layar lebar setelah lama disibukkan dengan proyek dokumenter ini mampu mengumpulkan sebanyak US$1,85 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp17,2 triliun dalam waktu sekitar satu bulan saja padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$237 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kisah film ini sebenarnya cukup sederhana, namun James mampu menyuguhkan film dengan visualisasi yang sangat memukau. Fantastik!

2. TITANIC (197)

TITANIC
Membuat replika tenggelamnya kapal Titanic memang tidak mudah, apalagi jika harus melakukannya di tahun 1997. Tapi nyatanya James Cameron dengan visinya mampu menyajikan film yang sangat realistis tanpa harus membuatnya kelihatan mengobral teknologi. Untuk prestasi yang mengagumkan ini, layak jika film berbiaya produksi US$200 juta atau hampir Rp2 triliun ini mencapai angka penjualan sampai US$1,83 miliar atau jika dikurs-kan dengan nilai rupiah saat itu, hampir mencapai Rp17 triliun. Film yang menyabet 11 piala Oscar ini akhirnya harus rela didepak oleh AVATAR di awal tahun 2010 ini.
3. THE LORD OF THE RINGS: THE RETURN OF THE KING (2003)

THE RETURN OF THE KING
Bagian ketiga dari trilogi THE LORD OF THE RINGS yang dibuat tahun 2003 ini berhasil menyusul dua film karya James Cameron dengan angka US$1,13 M atau kurang lebih setara dengan Rp10,5 triliun padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$96 juta atau setara dengan Rp892 juta. Film epik fantasi yang disutradarai oleh Peter Jackson dari novel sastra karya J.R.R. Tolkien ini memang fenomenal. Trilogi petualangan Frodo Bagins (Elijah Wood) ini menjadi film yang tersukses dibanding dua pendahulunya, dan memborong 11 piala Oscar dan menjadi satu-satunya film fantasi dalam sejarah yang meraih penghargaan ini. Film yang mengenalkan bahasa Sindarin (bahasa peri) ini juga menjadi saingan berat TITANIC dan BEN-HUR yang sebelumnya juga meraih film dengan Academy Awards terbanyak.
4. PIRATES OF THE CARIBBEAN: DEAD MAN'S CHEST (2006)

DEAD MAN'S CHEST
Walaupun banyak yang menilai film ini tak sebagus bagian pertama tapi nyatanya film karya Gore Verbinski ini masih mampu bertengger di tangga ke empat deretan film paling laris sepanjang zaman. Dengan biaya produksi sekitar US$225 juta, Verbinski mampu mengeruk laba sampai US$1,1 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp9,86 triliun. Bisa jadi akting Jhonny Depp sebagai Kapten nyentrik, Jack Sparrow, saat berhadapan dengan Davy Jones (Bill Nighy), si Kapten berkepala gurita dan berawak kapal zombie 'The Flying Dutchman', cukup menarik minat movie-goers, meski film ini dilarang main di China gara-gara adegan suku kanibalis.
5. THE DARK KNIGHT (2008)

THE DARK KNIGHT
Reebot film Batman dalam visi Christopher Nolan memang terbukti sukses. Meski BATMAN BEGINS gagal masuk dalam daftar film terlaris, namun hoki Batman berpihak pada kesuksesan THE DARK KNIGHT. Masih dikerjakan oleh Christopher Nolan, film berbiaya produksi US$185 juta atau setara dengan Rp1,7 miliar ini mampu menghasilkan duit tak kurang dari US$1miliar (Rp9 triliun) dan membuatnya masuk di posisi kelima deretan film paling laku sampai saat ini. Saat film ini dirilis berbagai rumor menyebutkan jika karakter The Joker yang diperankan mendiang Heath Ledger memiliki andil besar untuk kesuksesan film yang digarap tiga studio besar ini. Bahkan 'transformasi' Ledger sebagai Joker terpilih sebagai 100 Greatest Movie Characters of All Time versi Empire 2008.
6. HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE (2001)

HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE
Popularitas novel karya JK Rowling mau tak mau ikut andil juga dalam pencapaian yang diraih film berdurasi 152 menit ini walaupun kerja keras Chris Columbus sebagai sutradara juga tak kalah pentingnya. Dengan biaya produksi hanya US$125 juta (Rp1,16 triliun) film yang mengangkat nama Daniel Radcliffe dan Emma Watson ini sanggup meraup untung sebesar US$968 juta atau sekitar Rp9 triliun dari penjualan tiket di seluruh dunia.
7. PIRATES OF THE CARIBBEAN: AT WORLD'S END (2007)

PIRATES OF THE CARIBBEAN: AT WORLD'S END
Lagi-lagi bajak laut dari perairan Karibia ini berhasil masuk ke dalam daftar dua puluh film mesin uang meski masih berada di bawah film keduanya. Dengan formula baru dan membawa bintang Asia, Chow Yun Fat, sebagai pemainnya, film berbiaya produksi US$300 juta (Rp2,7 triliun) ini masih mampu mengumpulkan uang sebanyak US$958 juta atau sekitar Rp8,9 triliun, atau untung tiga kali lipat dari biaya produksi. Sekali lagi, film yang gagal meraih piala Oscar ini juga mengalami sensor ketat di China gara-gara peran Sao Feng (bajak laut Laut China Selatan yang diperankan Chow Yun Fat) yang dinilai terlalu mendiskreditkan orang China.
8. HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX (2007)

HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX
Tahun 2007 lalu bagian kelima dari 'franchise' Harry Potter kembali dirilis dan hasilnya cukup memuaskan. David Yates yang dipercaya menggarap film adaptasi novel karya JK Rowling ini masih sanggup meraih predikat film yang ditunggu-tunggu penggemar novel sihir. Bagaimana tidak, film ini masih sanggup mencapai angka penjualan sebesar US$937 juta atau sekitar Rp8,7 triliun padahal biaya produksinya hanya sebesar US150 juta (Rp1,4 triliun) saja. Antusiasme penggila ilmu sihir Hogwarts ini memang tak bisa diremehkan, bahkan sebelum film seri ORDER OF THE PHOENIX ini resmi dirilis, ribuan fans berat Harry rela menonton film HAPPY FEET (2006), hanya demi melihat ekstra trailer ini.
9. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE (2009)

HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
Dianggap film paling suram sepanjang sejarah franchise Harry Potter ternyata tak terlalu banyak berdampak pada penjualan tiket film keenam ini. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE tercatat masih bisa mengumpulkan uang sebanyak US$934 juta (Rp8,7 triliun) dari biaya produksi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Dan di film ini, pertama kalinya tidak ada adegan saat Harry Potter mengikuti kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Sebuah langkah ekstrim dari David Yates, untuk membuang beberapa bagian penting yang ada di kisah aslinya.
10. STAR WARS: EPISODE I - THE PHANTOM MENACE (1999)
STAR WARS: EPISODE I - THE PHANTOM MENACEPamor kisah yang digagas oleh George Lucas memang tidak akan pernah luntur. Buktinya film yang diproduksi di tahun 1999 ini masih mampu masuk sepuluh besar film yang berhasil meraih angka penjualan tertinggi sepanjang zaman. Kabarnya George Lucas memerlukan biaya sekitar US$115 juta atau sekitar Rp1 triliun lebih untuk memproduksi film yang ternyata sukses meraup keuntungan besar ini. Hasil akhir yang dicapai film ini tak kurang dari US$922 juta atau bisa dibilang untung delapan kali lipat dari biaya produksi.(kapanlagi)
1. AVATAR (2009) Film yang juga menandai kembalinya James Cameron ke layar lebar setelah lama disibukkan dengan proyek dokumenter ini mampu mengumpulkan sebanyak US$1,85 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp17,2 triliun dalam waktu sekitar satu bulan saja padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$237 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kisah film ini sebenarnya cukup sederhana, namun James mampu menyuguhkan film dengan visualisasi yang sangat memukau. Fantastik!

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/old/movie/20-film-paling-terlaris-sepanjang-masa.html /infospesialcom @infospesial
1. AVATAR (2009) Film yang juga menandai kembalinya James Cameron ke layar lebar setelah lama disibukkan dengan proyek dokumenter ini mampu mengumpulkan sebanyak US$1,85 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp17,2 triliun dalam waktu sekitar satu bulan saja padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$237 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kisah film ini sebenarnya cukup sederhana, namun James mampu menyuguhkan film dengan visualisasi yang sangat memukau. Fantastik!

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/old/movie/20-film-paling-terlaris-sepanjang-masa.html /infospesialcom @infospesial
1. AVATAR (2009) Film yang juga menandai kembalinya James Cameron ke layar lebar setelah lama disibukkan dengan proyek dokumenter ini mampu mengumpulkan sebanyak US$1,85 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp17,2 triliun dalam waktu sekitar satu bulan saja padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$237 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kisah film ini sebenarnya cukup sederhana, namun James mampu menyuguhkan film dengan visualisasi yang sangat memukau. Fantastik!

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/old/movie/20-film-paling-terlaris-sepanjang-masa.html /infospesialcom @infospesial
1. AVATAR (2009) Film yang juga menandai kembalinya James Cameron ke layar lebar setelah lama disibukkan dengan proyek dokumenter ini mampu mengumpulkan sebanyak US$1,85 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp17,2 triliun dalam waktu sekitar satu bulan saja padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$237 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kisah film ini sebenarnya cukup sederhana, namun James mampu menyuguhkan film dengan visualisasi yang sangat memukau. Fantastik! 2. TITANIC (197) TITANIC Membuat replika tenggelamnya kapal Titanic memang tidak mudah, apalagi jika harus melakukannya di tahun 1997. Tapi nyatanya James Cameron dengan visinya mampu menyajikan film yang sangat realistis tanpa harus membuatnya kelihatan mengobral teknologi. Untuk prestasi yang mengagumkan ini, layak jika film berbiaya produksi US$200 juta atau hampir Rp2 triliun ini mencapai angka penjualan sampai US$1,83 miliar atau jika dikurs-kan dengan nilai rupiah saat itu, hampir mencapai Rp17 triliun. Film yang menyabet 11 piala Oscar ini akhirnya harus rela didepak oleh AVATAR di awal tahun 2010 ini. 3. THE LORD OF THE RINGS: THE RETURN OF THE KING (2003) THE RETURN OF THE KING Bagian ketiga dari trilogi THE LORD OF THE RINGS yang dibuat tahun 2003 ini berhasil menyusul dua film karya James Cameron dengan angka US$1,13 M atau kurang lebih setara dengan Rp10,5 triliun padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$96 juta atau setara dengan Rp892 juta. Film epik fantasi yang disutradarai oleh Peter Jackson dari novel sastra karya J.R.R. Tolkien ini memang fenomenal. Trilogi petualangan Frodo Bagins (Elijah Wood) ini menjadi film yang tersukses dibanding dua pendahulunya, dan memborong 11 piala Oscar dan menjadi satu-satunya film fantasi dalam sejarah yang meraih penghargaan ini. Film yang mengenalkan bahasa Sindarin (bahasa peri) ini juga menjadi saingan berat TITANIC dan BEN-HUR yang sebelumnya juga meraih film dengan Academy Awards terbanyak. 4. PIRATES OF THE CARIBBEAN: DEAD MAN'S CHEST (2006) DEAD MAN'S CHEST Walaupun banyak yang menilai film ini tak sebagus bagian pertama tapi nyatanya film karya Gore Verbinski ini masih mampu bertengger di tangga ke empat deretan film paling laris sepanjang zaman. Dengan biaya produksi sekitar US$225 juta, Verbinski mampu mengeruk laba sampai US$1,1 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp9,86 triliun. Bisa jadi akting Jhonny Depp sebagai Kapten nyentrik, Jack Sparrow, saat berhadapan dengan Davy Jones (Bill Nighy), si Kapten berkepala gurita dan berawak kapal zombie 'The Flying Dutchman', cukup menarik minat movie-goers, meski film ini dilarang main di China gara-gara adegan suku kanibalis. 5. THE DARK KNIGHT (2008) THE DARK KNIGHT Reebot film Batman dalam visi Christopher Nolan memang terbukti sukses. Meski BATMAN BEGINS gagal masuk dalam daftar film terlaris, namun hoki Batman berpihak pada kesuksesan THE DARK KNIGHT. Masih dikerjakan oleh Christopher Nolan, film berbiaya produksi US$185 juta atau setara dengan Rp1,7 miliar ini mampu menghasilkan duit tak kurang dari US$1miliar (Rp9 triliun) dan membuatnya masuk di posisi kelima deretan film paling laku sampai saat ini. Saat film ini dirilis berbagai rumor menyebutkan jika karakter The Joker yang diperankan mendiang Heath Ledger memiliki andil besar untuk kesuksesan film yang digarap tiga studio besar ini. Bahkan 'transformasi' Ledger sebagai Joker terpilih sebagai 100 Greatest Movie Characters of All Time versi Empire 2008. 6. HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE (2001) HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE Popularitas novel karya JK Rowling mau tak mau ikut andil juga dalam pencapaian yang diraih film berdurasi 152 menit ini walaupun kerja keras Chris Columbus sebagai sutradara juga tak kalah pentingnya. Dengan biaya produksi hanya US$125 juta (Rp1,16 triliun) film yang mengangkat nama Daniel Radcliffe dan Emma Watson ini sanggup meraup untung sebesar US$968 juta atau sekitar Rp9 triliun dari penjualan tiket di seluruh dunia. 7. PIRATES OF THE CARIBBEAN: AT WORLD'S END (2007) PIRATES OF THE CARIBBEAN: AT WORLD'S END Lagi-lagi bajak laut dari perairan Karibia ini berhasil masuk ke dalam daftar dua puluh film mesin uang meski masih berada di bawah film keduanya. Dengan formula baru dan membawa bintang Asia, Chow Yun Fat, sebagai pemainnya, film berbiaya produksi US$300 juta (Rp2,7 triliun) ini masih mampu mengumpulkan uang sebanyak US$958 juta atau sekitar Rp8,9 triliun, atau untung tiga kali lipat dari biaya produksi. Sekali lagi, film yang gagal meraih piala Oscar ini juga mengalami sensor ketat di China gara-gara peran Sao Feng (bajak laut Laut China Selatan yang diperankan Chow Yun Fat) yang dinilai terlalu mendiskreditkan orang China. 8. HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX (2007) HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX Tahun 2007 lalu bagian kelima dari 'franchise' Harry Potter kembali dirilis dan hasilnya cukup memuaskan. David Yates yang dipercaya menggarap film adaptasi novel karya JK Rowling ini masih sanggup meraih predikat film yang ditunggu-tunggu penggemar novel sihir. Bagaimana tidak, film ini masih sanggup mencapai angka penjualan sebesar US$937 juta atau sekitar Rp8,7 triliun padahal biaya produksinya hanya sebesar US150 juta (Rp1,4 triliun) saja. Antusiasme penggila ilmu sihir Hogwarts ini memang tak bisa diremehkan, bahkan sebelum film seri ORDER OF THE PHOENIX ini resmi dirilis, ribuan fans berat Harry rela menonton film HAPPY FEET (2006), hanya demi melihat ekstra trailer ini. 9. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE (2009) HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE Dianggap film paling suram sepanjang sejarah franchise Harry Potter ternyata tak terlalu banyak berdampak pada penjualan tiket film keenam ini. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE tercatat masih bisa mengumpulkan uang sebanyak US$934 juta (Rp8,7 triliun) dari biaya produksi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Dan di film ini, pertama kalinya tidak ada adegan saat Harry Potter mengikuti kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Sebuah langkah ekstrim dari David Yates, untuk membuang beberapa bagian penting yang ada di kisah aslinya. 10. STAR WARS: EPISODE I - THE PHANTOM MENACE (1999) STAR WARS: EPISODE I - THE PHANTOM MENACEPamor kisah yang digagas oleh George Lucas memang tidak akan pernah luntur. Buktinya film yang diproduksi di tahun 1999 ini masih mampu masuk sepuluh besar film yang berhasil meraih angka penjualan tertinggi sepanjang zaman. Kabarnya George Lucas memerlukan biaya sekitar US$115 juta atau sekitar Rp1 triliun lebih untuk memproduksi film yang ternyata sukses meraup keuntungan besar ini. Hasil akhir yang dicapai film ini tak kurang dari US$922 juta atau bisa dibilang untung delapan kali lipat dari biaya produksi.(kapanlagi)

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/old/movie/20-film-paling-terlaris-sepanjang-masa.html /infospesialcom @infospesial
1. AVATAR (2009) Film yang juga menandai kembalinya James Cameron ke layar lebar setelah lama disibukkan dengan proyek dokumenter ini mampu mengumpulkan sebanyak US$1,85 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp17,2 triliun dalam waktu sekitar satu bulan saja padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$237 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kisah film ini sebenarnya cukup sederhana, namun James mampu menyuguhkan film dengan visualisasi yang sangat memukau. Fantastik! 2. TITANIC (197) TITANIC Membuat replika tenggelamnya kapal Titanic memang tidak mudah, apalagi jika harus melakukannya di tahun 1997. Tapi nyatanya James Cameron dengan visinya mampu menyajikan film yang sangat realistis tanpa harus membuatnya kelihatan mengobral teknologi. Untuk prestasi yang mengagumkan ini, layak jika film berbiaya produksi US$200 juta atau hampir Rp2 triliun ini mencapai angka penjualan sampai US$1,83 miliar atau jika dikurs-kan dengan nilai rupiah saat itu, hampir mencapai Rp17 triliun. Film yang menyabet 11 piala Oscar ini akhirnya harus rela didepak oleh AVATAR di awal tahun 2010 ini. 3. THE LORD OF THE RINGS: THE RETURN OF THE KING (2003) THE RETURN OF THE KING Bagian ketiga dari trilogi THE LORD OF THE RINGS yang dibuat tahun 2003 ini berhasil menyusul dua film karya James Cameron dengan angka US$1,13 M atau kurang lebih setara dengan Rp10,5 triliun padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$96 juta atau setara dengan Rp892 juta. Film epik fantasi yang disutradarai oleh Peter Jackson dari novel sastra karya J.R.R. Tolkien ini memang fenomenal. Trilogi petualangan Frodo Bagins (Elijah Wood) ini menjadi film yang tersukses dibanding dua pendahulunya, dan memborong 11 piala Oscar dan menjadi satu-satunya film fantasi dalam sejarah yang meraih penghargaan ini. Film yang mengenalkan bahasa Sindarin (bahasa peri) ini juga menjadi saingan berat TITANIC dan BEN-HUR yang sebelumnya juga meraih film dengan Academy Awards terbanyak. 4. PIRATES OF THE CARIBBEAN: DEAD MAN'S CHEST (2006) DEAD MAN'S CHEST Walaupun banyak yang menilai film ini tak sebagus bagian pertama tapi nyatanya film karya Gore Verbinski ini masih mampu bertengger di tangga ke empat deretan film paling laris sepanjang zaman. Dengan biaya produksi sekitar US$225 juta, Verbinski mampu mengeruk laba sampai US$1,1 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp9,86 triliun. Bisa jadi akting Jhonny Depp sebagai Kapten nyentrik, Jack Sparrow, saat berhadapan dengan Davy Jones (Bill Nighy), si Kapten berkepala gurita dan berawak kapal zombie 'The Flying Dutchman', cukup menarik minat movie-goers, meski film ini dilarang main di China gara-gara adegan suku kanibalis. 5. THE DARK KNIGHT (2008) THE DARK KNIGHT Reebot film Batman dalam visi Christopher Nolan memang terbukti sukses. Meski BATMAN BEGINS gagal masuk dalam daftar film terlaris, namun hoki Batman berpihak pada kesuksesan THE DARK KNIGHT. Masih dikerjakan oleh Christopher Nolan, film berbiaya produksi US$185 juta atau setara dengan Rp1,7 miliar ini mampu menghasilkan duit tak kurang dari US$1miliar (Rp9 triliun) dan membuatnya masuk di posisi kelima deretan film paling laku sampai saat ini. Saat film ini dirilis berbagai rumor menyebutkan jika karakter The Joker yang diperankan mendiang Heath Ledger memiliki andil besar untuk kesuksesan film yang digarap tiga studio besar ini. Bahkan 'transformasi' Ledger sebagai Joker terpilih sebagai 100 Greatest Movie Characters of All Time versi Empire 2008. 6. HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE (2001) HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE Popularitas novel karya JK Rowling mau tak mau ikut andil juga dalam pencapaian yang diraih film berdurasi 152 menit ini walaupun kerja keras Chris Columbus sebagai sutradara juga tak kalah pentingnya. Dengan biaya produksi hanya US$125 juta (Rp1,16 triliun) film yang mengangkat nama Daniel Radcliffe dan Emma Watson ini sanggup meraup untung sebesar US$968 juta atau sekitar Rp9 triliun dari penjualan tiket di seluruh dunia. 7. PIRATES OF THE CARIBBEAN: AT WORLD'S END (2007) PIRATES OF THE CARIBBEAN: AT WORLD'S END Lagi-lagi bajak laut dari perairan Karibia ini berhasil masuk ke dalam daftar dua puluh film mesin uang meski masih berada di bawah film keduanya. Dengan formula baru dan membawa bintang Asia, Chow Yun Fat, sebagai pemainnya, film berbiaya produksi US$300 juta (Rp2,7 triliun) ini masih mampu mengumpulkan uang sebanyak US$958 juta atau sekitar Rp8,9 triliun, atau untung tiga kali lipat dari biaya produksi. Sekali lagi, film yang gagal meraih piala Oscar ini juga mengalami sensor ketat di China gara-gara peran Sao Feng (bajak laut Laut China Selatan yang diperankan Chow Yun Fat) yang dinilai terlalu mendiskreditkan orang China. 8. HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX (2007) HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX Tahun 2007 lalu bagian kelima dari 'franchise' Harry Potter kembali dirilis dan hasilnya cukup memuaskan. David Yates yang dipercaya menggarap film adaptasi novel karya JK Rowling ini masih sanggup meraih predikat film yang ditunggu-tunggu penggemar novel sihir. Bagaimana tidak, film ini masih sanggup mencapai angka penjualan sebesar US$937 juta atau sekitar Rp8,7 triliun padahal biaya produksinya hanya sebesar US150 juta (Rp1,4 triliun) saja. Antusiasme penggila ilmu sihir Hogwarts ini memang tak bisa diremehkan, bahkan sebelum film seri ORDER OF THE PHOENIX ini resmi dirilis, ribuan fans berat Harry rela menonton film HAPPY FEET (2006), hanya demi melihat ekstra trailer ini. 9. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE (2009) HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE Dianggap film paling suram sepanjang sejarah franchise Harry Potter ternyata tak terlalu banyak berdampak pada penjualan tiket film keenam ini. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE tercatat masih bisa mengumpulkan uang sebanyak US$934 juta (Rp8,7 triliun) dari biaya produksi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Dan di film ini, pertama kalinya tidak ada adegan saat Harry Potter mengikuti kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Sebuah langkah ekstrim dari David Yates, untuk membuang beberapa bagian penting yang ada di kisah aslinya. 10. STAR WARS: EPISODE I - THE PHANTOM MENACE (1999) STAR WARS: EPISODE I - THE PHANTOM MENACEPamor kisah yang digagas oleh George Lucas memang tidak akan pernah luntur. Buktinya film yang diproduksi di tahun 1999 ini masih mampu masuk sepuluh besar film yang berhasil meraih angka penjualan tertinggi sepanjang zaman. Kabarnya George Lucas memerlukan biaya sekitar US$115 juta atau sekitar Rp1 triliun lebih untuk memproduksi film yang ternyata sukses meraup keuntungan besar ini. Hasil akhir yang dicapai film ini tak kurang dari US$922 juta atau bisa dibilang untung delapan kali lipat dari biaya produksi.(kapanlagi)

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/old/movie/20-film-paling-terlaris-sepanjang-masa.html /infospesialcom @infospesial
1. AVATAR (2009) Film yang juga menandai kembalinya James Cameron ke layar lebar setelah lama disibukkan dengan proyek dokumenter ini mampu mengumpulkan sebanyak US$1,85 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp17,2 triliun dalam waktu sekitar satu bulan saja padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$237 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kisah film ini sebenarnya cukup sederhana, namun James mampu menyuguhkan film dengan visualisasi yang sangat memukau. Fantastik! 2. TITANIC (197) TITANIC Membuat replika tenggelamnya kapal Titanic memang tidak mudah, apalagi jika harus melakukannya di tahun 1997. Tapi nyatanya James Cameron dengan visinya mampu menyajikan film yang sangat realistis tanpa harus membuatnya kelihatan mengobral teknologi. Untuk prestasi yang mengagumkan ini, layak jika film berbiaya produksi US$200 juta atau hampir Rp2 triliun ini mencapai angka penjualan sampai US$1,83 miliar atau jika dikurs-kan dengan nilai rupiah saat itu, hampir mencapai Rp17 triliun. Film yang menyabet 11 piala Oscar ini akhirnya harus rela didepak oleh AVATAR di awal tahun 2010 ini. 3. THE LORD OF THE RINGS: THE RETURN OF THE KING (2003) THE RETURN OF THE KING Bagian ketiga dari trilogi THE LORD OF THE RINGS yang dibuat tahun 2003 ini berhasil menyusul dua film karya James Cameron dengan angka US$1,13 M atau kurang lebih setara dengan Rp10,5 triliun padahal biaya produksi film ini hanya sekitar US$96 juta atau setara dengan Rp892 juta. Film epik fantasi yang disutradarai oleh Peter Jackson dari novel sastra karya J.R.R. Tolkien ini memang fenomenal. Trilogi petualangan Frodo Bagins (Elijah Wood) ini menjadi film yang tersukses dibanding dua pendahulunya, dan memborong 11 piala Oscar dan menjadi satu-satunya film fantasi dalam sejarah yang meraih penghargaan ini. Film yang mengenalkan bahasa Sindarin (bahasa peri) ini juga menjadi saingan berat TITANIC dan BEN-HUR yang sebelumnya juga meraih film dengan Academy Awards terbanyak. 4. PIRATES OF THE CARIBBEAN: DEAD MAN'S CHEST (2006) DEAD MAN'S CHEST Walaupun banyak yang menilai film ini tak sebagus bagian pertama tapi nyatanya film karya Gore Verbinski ini masih mampu bertengger di tangga ke empat deretan film paling laris sepanjang zaman. Dengan biaya produksi sekitar US$225 juta, Verbinski mampu mengeruk laba sampai US$1,1 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp9,86 triliun. Bisa jadi akting Jhonny Depp sebagai Kapten nyentrik, Jack Sparrow, saat berhadapan dengan Davy Jones (Bill Nighy), si Kapten berkepala gurita dan berawak kapal zombie 'The Flying Dutchman', cukup menarik minat movie-goers, meski film ini dilarang main di China gara-gara adegan suku kanibalis. 5. THE DARK KNIGHT (2008) THE DARK KNIGHT Reebot film Batman dalam visi Christopher Nolan memang terbukti sukses. Meski BATMAN BEGINS gagal masuk dalam daftar film terlaris, namun hoki Batman berpihak pada kesuksesan THE DARK KNIGHT. Masih dikerjakan oleh Christopher Nolan, film berbiaya produksi US$185 juta atau setara dengan Rp1,7 miliar ini mampu menghasilkan duit tak kurang dari US$1miliar (Rp9 triliun) dan membuatnya masuk di posisi kelima deretan film paling laku sampai saat ini. Saat film ini dirilis berbagai rumor menyebutkan jika karakter The Joker yang diperankan mendiang Heath Ledger memiliki andil besar untuk kesuksesan film yang digarap tiga studio besar ini. Bahkan 'transformasi' Ledger sebagai Joker terpilih sebagai 100 Greatest Movie Characters of All Time versi Empire 2008. 6. HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE (2001) HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE Popularitas novel karya JK Rowling mau tak mau ikut andil juga dalam pencapaian yang diraih film berdurasi 152 menit ini walaupun kerja keras Chris Columbus sebagai sutradara juga tak kalah pentingnya. Dengan biaya produksi hanya US$125 juta (Rp1,16 triliun) film yang mengangkat nama Daniel Radcliffe dan Emma Watson ini sanggup meraup untung sebesar US$968 juta atau sekitar Rp9 triliun dari penjualan tiket di seluruh dunia. 7. PIRATES OF THE CARIBBEAN: AT WORLD'S END (2007) PIRATES OF THE CARIBBEAN: AT WORLD'S END Lagi-lagi bajak laut dari perairan Karibia ini berhasil masuk ke dalam daftar dua puluh film mesin uang meski masih berada di bawah film keduanya. Dengan formula baru dan membawa bintang Asia, Chow Yun Fat, sebagai pemainnya, film berbiaya produksi US$300 juta (Rp2,7 triliun) ini masih mampu mengumpulkan uang sebanyak US$958 juta atau sekitar Rp8,9 triliun, atau untung tiga kali lipat dari biaya produksi. Sekali lagi, film yang gagal meraih piala Oscar ini juga mengalami sensor ketat di China gara-gara peran Sao Feng (bajak laut Laut China Selatan yang diperankan Chow Yun Fat) yang dinilai terlalu mendiskreditkan orang China. 8. HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX (2007) HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX Tahun 2007 lalu bagian kelima dari 'franchise' Harry Potter kembali dirilis dan hasilnya cukup memuaskan. David Yates yang dipercaya menggarap film adaptasi novel karya JK Rowling ini masih sanggup meraih predikat film yang ditunggu-tunggu penggemar novel sihir. Bagaimana tidak, film ini masih sanggup mencapai angka penjualan sebesar US$937 juta atau sekitar Rp8,7 triliun padahal biaya produksinya hanya sebesar US150 juta (Rp1,4 triliun) saja. Antusiasme penggila ilmu sihir Hogwarts ini memang tak bisa diremehkan, bahkan sebelum film seri ORDER OF THE PHOENIX ini resmi dirilis, ribuan fans berat Harry rela menonton film HAPPY FEET (2006), hanya demi melihat ekstra trailer ini. 9. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE (2009) HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE Dianggap film paling suram sepanjang sejarah franchise Harry Potter ternyata tak terlalu banyak berdampak pada penjualan tiket film keenam ini. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE tercatat masih bisa mengumpulkan uang sebanyak US$934 juta (Rp8,7 triliun) dari biaya produksi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Dan di film ini, pertama kalinya tidak ada adegan saat Harry Potter mengikuti kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Sebuah langkah ekstrim dari David Yates, untuk membuang beberapa bagian penting yang ada di kisah aslinya. 10. STAR WARS: EPISODE I - THE PHANTOM MENACE (1999) STAR WARS: EPISODE I - THE PHANTOM MENACEPamor kisah yang digagas oleh George Lucas memang tidak akan pernah luntur. Buktinya film yang diproduksi di tahun 1999 ini masih mampu masuk sepuluh besar film yang berhasil meraih angka penjualan tertinggi sepanjang zaman. Kabarnya George Lucas memerlukan biaya sekitar US$115 juta atau sekitar Rp1 triliun lebih untuk memproduksi film yang ternyata sukses meraup keuntungan besar ini. Hasil akhir yang dicapai film ini tak kurang dari US$922 juta atau bisa dibilang untung delapan kali lipat dari biaya produksi.(kapanlagi)

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/old/movie/20-film-paling-terlaris-sepanjang-masa.html /infospesialcom @infospesial

Buku : Mimpi Sejuta Dollar


Synopsis


Titik awal keberhasilan adalah impian.

Dari seorang mahasiswi dengan ekonomi pas-pasan, Merry Riana, anak muda Indonesia, menjelma menjadi miliuner muda dan diakui sebagai pengusaha sukses, motivator yang sangat dinamis, serta pengarang buku terlaris di Singapura. Melewatkan masa kuliah yang penuh dengan keprihatinan finansial di Nanyang Technological University, Merry kemudian menciptakan perubahan paradigma berpikir dan memulai suatu perjuangan dengan konsep dan etos kerja keras luar biasa. Akhirnya, dia berhasil meraih penghasilan 1 juta dolar di usia 26 tahun.

Kini Merry ingin menciptakan dampak positif di dalam kehidupan banyak orang, terutama di Indonesia.
Buku ini berisi pengalaman perjuangan Merry beserta hikmah yang sangat inspiratif dan bisa diterapkan untuk mencapai sukses dalam kehidupan.

Apa yang dilakukan Merry Riana adalah salah satu contoh bahwa usia tidak membatasi kita untuk sukses, melainkan keuletan dan kerja keras yang menjadi kuncinya.

Rabu, 04 Juni 2014

Rahasia Sukses Pengusaha Singapura

Sumber: Kompas, 19 April 2011
Judul Buku: Towkay Ho Seh Boh?
Penulis: Ah Chuan
Penerbit: Ufuk Press
Penerjemah: Meda Satrio
Cetakan: Pertama, Februari 2011
Tebal: 177 Halaman

Singapura, atau yang biasa dijuluki sebagai Negeri Kepala Singa, dikenal bak negeri impian. Tempat favorit bagi kalangan berduit, dengan segala fasilitas serba wahid. Keberadaan Singapura memang membuat iri para tetangga, terutama Indonesia.

Betapa tidak, meski hanya memiliki daratan seluas 704 km2, bersama Taiwan, Hongkong, dan Korea Selatan, negara ini menjadi salah satu dari empat macan Asia. Tidak hanya itu, negara ini mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB 17,9 % pada pertengahan pertama 2010.  Singapura juga pemilik cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia.

Dengan populasi penduduk yang berjumlah 5 juta jiwa dan luas area daratan yang disebut di atas, maka republik yang pada masa lalu dikenal dengan nama Tumasik ini menjadi negara terpadat kedua setelah Monako. Selain itu, bisnis dan perdagangan menjadi andalan pemerintah dan masyarakat Singapura dalam mengais dollar.  Sebuah pilihan jitu yang terbukti mampu mendongkrak perekonomian negeri ini.



Tidak mengherankan jika selain menjadi kawasan paling diminati investor asing, Singapura juga mampu melahirkan pengusaha-pengusaha (towkay) andal yang semakin menegaskan kemakmuran negeri ini. Salah satu towkay tersebut adalah Ah Chuan, penulis buku berjudul lengkap Towkay Ho Seh Boh?: Rahasia Sukses dan gaya Hidup Konglomerat Singapura.

Berisi empat puluh delapan jurus ampuh seorang towkay Singapura dalam membangun bisnis, meniti jalan kepada kesuksesan dan kekayaan. Meski dikemas dengan penuh humor dan cara yang ringan, buku ini tetap menggambarkan kenyataan menjadi seorang towkay sejati, termasuk nilai-nilai mendasar dan pola pikir untuk menjadi seorang seperti itu. Sebagaimana pepatah mengatakan; sambil menyelam minum air, dengan buku ini sambil mencari pelajaran berharga, pembaca juga akan tertawa terpingkal-pingkal dengan gaya penulis.

Menurut Ah Chuan, bagi seorang towkay, arti keberadaan dirinya adalah keberadaan bisnisnya. Hidupnya adalah bisnisnya, dan bisnisnya adalah hidupnya. Ini berarti bahwa pada saat kita memutuskan akan menjadi towkay dan memulai bisnis, kita bukan menjalankan sembarang bisnis, melainkan bisnis hidup kita. Bisnis yang penuh makna. Sehingga tidak mengeherankan jika semua towkay yang sukses didorong oleh kecintaan yang membara (passion). Di sinilah makna pekerjaan ditemukan.

Dengan kata lain, bisnis kita adalah teater hidup kita. Semua bisnis semestinya seperti bisnis pertunjukan. Kita adalah sang pemilik teater, sang sutradara, sekaligus sebagai aktor. Kita harus menyerahkan segenap kemampuan demi menyuguhkan penampilan yang terbaik karena tidak seorang pun mau menonton pertunjukan yang menjemukan. Semua orang ingin dihibur dan terpesona. (halaman 21)

Demikianlah filosofi menjadi seorang towkay. Pemahaman terhadap filosofi ini sangat penting agar totalitas dapat terbentuk. Setelah memahami arti menjadi seorang towkay, maka yang diperlukan berikutnya agar menjadi towkay yang tulen adalah harus memiliki impian dan cita-cita.

Seorang towkay harus seorang pemimpi besar yang memerlukan motivasi dosis tinggi untuk menggerakkannya dalam hidup. Namun, motivasi harus datang dari cita-cita karena motivasi sebanyak apa pun tidak akan bisa mendorong orang yang tidak memiliki cita-cita dalam hidupnya. Prinsipnya adalah seseorang miskin bukan karena tidak memliki uang, keahlian, atau pengetahuan, melainkan cita-cita. (halaman 49)

Menariknya, berbeda dengan kebanyakan motivator yang menekankan untuk menjadi nomor satu dalam bisnis Ah Cuan justru sebaliknya. Menurutnya, menjadi nomor satu benar-benar tidak realistis karena tempat itu hanya satu, untuk diisi satu orang. Menjadi nomor satu atau dua hanyalah permainan angka bagi pengusaha yang egois. Meskipun memiliki ambisi besar memang penting, kita tetap harus realistis.

Banyak orang yang terobsesi menjadi nomor satu mulai melakukan diversifikasi dan mengembangkan bisnis mereka hanya demi perluasan saja, sampai bisnis inti mereka terlupakan. Inilah awal kejatuhan mereka. Karena itu, hasrat menjadi nomor satu tidaklah sehat. Sehingga jangan berusaha menjadi nomor satu dalam segala hal, tetapi berikan kemampuan terbaik Anda dalam apa pun yang Anda lakukan.

Dengan demikian, buku setebal seratus tujuh puluh tujuh halaman ini akan memberikan kepada kita gambaran yang realistis tentang bagaimana dan apa arti menjadi seorang towkay di negeri Singa. Sebuah profesi yang kini tengah digalakkan pemerintahnya terhadap generasi muda, yang tecermin melalui program kewiraswastaan di semua tingkat pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga universitas. Sebuah kebijakan yang patut ditiru oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Secara demografi maupun populasi, Singapura mungkin jauh di bawah Indonesia. Namun, berkat keseriusan pemerintahannya yang berhasil membawa bersih, kerja keras dan disiplin terhadap aturan, Singapura berhasil mengeliminasi segala keterbatasannya menjadi potensi. Tak mengherankan pula jika mayoritas penduduk kaya Singapura adalah para towkay alias pengusaha, bukan pejabat negara.
Peresensi: Noval Maliki, Direktur Demi Buku Institute, tinggal di Yogyakarta

Hamangkubuwono IX

Sumber: Kompas, 18 Juni 2011
Judul Buku: Hamangkubuwono IX
Peresensi: Romel Masykuri
Penulis: K. Tino
Penerbit: Navila Idea
Cetakan: I, 2011
Tebal: 198 Halaman
Peresensi: Romel Masykuri*


Peranan Hamangkubuwono IX dalam Serangan Umum 1 Maret sudah banyak diketahui. Pun, perlawanannya terhadap Suharto ketika menjadi Wakil Presiden sudah banyak diuraikan. Namun peranan Hamangkobuwono IX sebagai agen CIA masih misteri, dan seringkali menjadi desas-desus semata.

Konon ada tiga tokoh yang disebut-sebut sebagai agen CIA untuk menghancurkan PKI. Mereka adalah Suharto, Adam Malik dan Hamangkubuwono IX. Baik Suharto dan Adam Malik sudah banyak dikupas oleh para ahli sejarah. Akan tetapi, buku yang mengupas keterlibatan Hamangkubuwono IX masih belum ada.

Buku ini mencoba menelusuri semua misteri dan desah-desus itu, mulai dari pengumpulan data-data yang membuktikan tidaknya Hamangkubuwono IX sebagai agen resmi CIA. Kita akan terperangah dengan penemuan-penemuan yang ada di dalamnya. Satu titik sejarah negeri ini akan terurai dengan gamplang.
 
Pada bagian pertama buku ini menceritkan tentang masa muda Hamangkubuwono IX dan posisi penting yang di lakukan oleh Hamangkubuwono di masa awal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). SRI Sultan Hamangkubuwono IX lahir di Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912 dan meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun. Ia adalah seorang raja yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur DIY. Tahun 1973-1978 ia pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia, lebih dari itu ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Masa awal kemerdekaan Indonesia ia merupakan tokoh yang cukup berperan dalam fase Indonesia berkembang dan upaya menghapus puing-pung kolonialisme. Salah satu bukti sejarah yang tidak bisa di lupakan adalah masa di mana awal kemerdekaan Indonesia ditandai dengan suasana mencekam yang disebabkan keganasan NICA (Belanda). Pada bulan Oktober, November dan Desember 1945, Jakarta menjadi ajang kekerasan dan teror sehingga menyebabkan penduduk menutup pintu sejak senja hari. Tentara NICA melakukan provokasi dan memancing insiden dimana-dimana sehingga ribuan warga tak berosa menjadi korban.

Pada saat kondisi Ibu Kota Jakarta sedang tidak aman dan penuh konflik, maka sultan HB IX meminta agar Sukarno-Hatta dan seluruh pemimpin Republik pindah ke Yogyakarta, dengan pertimbangan Belanda lewat NICA sudah membonceng Sekutu dan akan menjadikan Jakarta sebagai pusat pertempuran. Dan memang betul prediksi dan nalar pemikiran HB IX tidak meleset, garis Jakarta-Bandung merupakan pusat kekuatan militer NICA, apalagi di Jakarta ada Batalyon X yang terkenal kejam. Akhirya, tanggal 3 Januari 1946 diambil keputusan untuk memindahkan pusat pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta. Saking baiknya Sultan demi pengorbanan bagi ibu pertiwi, seluruh pembiayaan para  Penggede RI ditanggung sepenuhnya oleh pihak kesultanan. Sungguh pemimpin arif nan bijaksana.

Berbeda lagi peran HB IX pada masa Orde Baru. Setelah keluarnya Surat Perintah 11 maret 1966 (Supersemer) yang kemudian dikukuhkan oleh ketetapan MPRRS No. IX/MPRS/1966, maka Indonesia memasuki zaman baru. Kepemimpinan Presiden Sukarno beralih ke triumvirat (Tiga Serangkai) yakni Suharto, Adam Malik, dan Sultan HB IX yang kesemuanya pro Amerika. Kepemimpinan mereka menghadapi berbagai permasalahan yang berat, khsusnya di bidang ekonomi. Angka inflasi sudah mencapai 600 persen dan sudah mengarah pada Hiper-inflasi.

Kemerosotan ekonomi Indonesia tersebut disebabkan pengelolaan ekonomi yang kurang berhasil, seperti tidak ada kemantapan hasil ekspor dan adanya fluktuasi harga di pasaran bagi bahan mentah Indonesia serta seretnya pemasukan pajak. Selain itu, Indonesia harus membayar utang luar negeri sebesar 2,6 miliyar doalr
Amerika (termasuk utang warisan Belanda dari tahun 1896-1949). Disinilah peran Sultan HB IX berperan pada saat Indonesia berada dalam ke krisisisan. Sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) Kabinet Ampera, Sultan HB IX telah meletakkan rumusan dasar bagi program rehabilitasi dan stabilitasi Orde Baru dalam bidang ekonomi, moneter dan infrastruktur.

Program kerja yang dilakukan oleh Sultanpun mulai terasa dan memberikan pemulihan bagi Orde baru secara perlahan-lahan, mulai dari kembalinya kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia, mengatur kembali perrundingan dengan negara pemberi pinjaman di masa lalu guna mengatur jadwal pembayarannya. Dalam usaha ini, HB IX juga bertindak aktif dengan mengadakan perjalanan ke mana-mana, seperti menghadiri pertemuan luar negeri yang orientasinya untuk menarik penanaman odal asing dan investasi  di Indonesia.

Berbagi rintisan perbaikan ekonomi pada masa awal Orde baru (1966-1968) di mana Sultan HB IX memegang peranan utama telah banyak membuahkan hasil. Bantuan dari luar negeri mengalir dari berbagai penjuru dalam bentuk bantuan kredit devisa, bantuan pangan, bantuan teknik dan proyek dan melaksanakan pembangunan di Indonesia. Namun di balik keberhasilan Sultan HB IX dalam menarik modal asing juga memicu eksploitasi sumber daya alam Indonesia oleh perusahaan-perusahaan multi-nasional yanng dikendalikan oleh Amerika. Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya ‘hadiah terbesar’,
kemudian hasil tangkapannya dibagi. The Time Life Corporation mensponsori konfrensi istimiwa di Jenawa yang dalam waktu tiga hari  merancang pengambil alihan Indonesia. Para pesertanya meliputi kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti david Rockefeller.

Singkat kata, buku ini telah berhasil menberikan fakta-fakta sejarah langka tentang peran penting Sri Sultan Hamangkubuwono IX dalam pemerintahan Indonesia masa awal kemerdekaan, Orde Lama dan Orde Baru, baik perannya di wilayah ekonomi, politik dan kemasyarakatan.
*)Romel Masykuri, Kader Muda Ashram Bangsa Jogjakarta

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms